Friday, November 11, 2016

SOAL STRUKTUR ALJABAR MATEMATIKA INFORMATIKA 3



1.       Apa yang di maksud dengan struktur aljabar ?
Jawab :
Struktur Aljabar adalah ilmu yang mempelajari suatu himpunan dengan satu atau lebih operasi biner pada system aljabar tersebut.
2.       Sebutkan macam-macam operasi struktur aljabar!
Jawab:
 semigrup, grup, abel, monoid.

3.       Apa saja syarat untuk menentukan semigrup?
Jawab:
harus memenuhi syarat dengan menentukan suatu operasi tersebut tertutup dan asosiatif.
4.       Buktikan bahwa operasi * termasuk dalam monoid abel dengan a*b = ½ (a+b) untuk himpunan bilangan asli.
Jawab:
·         Tertutup
Misal  : a = 1       b = 2
      a*b = ½ (a+b)
              = ½(1+2)
              =½ (3)
             = 3/2
karna 3/2 bukan termasuk bilangan asli dan tidak tertutup , maka operasi * tidak termasuk dalam monoid abel

5.       Apakah (z,*) termasuk dalam semi grup abel jika a*b=2ab untuk himpungan bilangan bulat
Jawab:
·         Tertutup
Misal :   a=1         b=2
                                       a*b = 2ab
                                              = 2.1.2
                                              = 4 
                                             Angka 4 termasuk bilangan bulat maka sifatnya tertutup
·         Asosiatif
Misal a =2 b = 4 c =6
(a*b)*c = a*(b*c)
(a*b)*c = (2ab)*c => (2ab) kita anggap p
                = p*c
                =2pc
                =2(2ab)c => p di ganti dengan (2ab)
                =2(2.2.4)6
                =2(16)6
                =192
a*(b*c) = a*(2bc)
                =a*q => (2bc) kita anggap q
                =2aq
                =2a(2bc) => q diganti dengan (2bc)
                =2.2(2.4.6)
                =4(48)
                =192                      bersifat asosiatif 

·         Komutatif
a*b = b*a
a*b = 2ab
       = 2.2.4
       = 16
b*a = 2ba
       = 2.4.2
       = 16

Kesimpulan : Himpunan z merupakan semi grup abel
               

6.       Buktikan bahwa  himpunan G termasuk dalam grup abel. Jika, G = himpunan semua bilangan bulat dengan operasi, a * b = a – b.

Jawab:
G = himpunan semua bilangan bulat dengan operasi, ab = a – b. Kita bisa mengatakan bahwa operasi yang diberikan adalah pengurangan bilangan bulat. Hal pertama yang kita lakukan adalah memeriksa satu persatu apa yang terjadi dalam G dengan operasi yang diberikan apakah sesuai defenisi grup atau tidak. Jika kita menemukan kejanggalan dalam pemeriksaan, maka pembuktian bahwa G membentuk grup jangan dilakukan, cukup memberi suatu contoh kontra.

G = Bilangan Bulat
a * b = a – b
>  Pembuktian Tertutup
Misalkan          :
a = 4    ;           b = 2    ;           c = 6
a * b    = a – b
            = 4 – 2
            = 2
Maka, himpunan G Tertutup

>  Pembuktian Asosiatif
( a * b ) * c      = a * ( b * c )
( a - b ) – c       = a – ( b – c)
     P                               p
  p - c               =     a - p
( a - b ) – c       = a – ( b – c)
Jadi, sifat asosiatif tidak berlaku untuk pengurangan.
Misalkan          :
( a – b ) – c      = ( 4 – 2 ) – 6
                        = -4
a – ( b – c )      = 4 – (2 – 6)
                        = 8
Maka, himpunan G bukan merupakan asosiatif

Setelah diperiksa ternyata G tidak bersifat asosiatif.
Kesimpulan     : Himpunan G tidak termasuk Grup Abel

7.      Tentukan apakah himpunan G = himpunan bilangan bulat positif. Dengan operasi a*b = a x b. Bersifat grup abel !
g = bilangan bulat positif
a * b = a x b

>  Pembuktian Tertutup
Misalkan          :
a = 2    ;           b = 1    ;           c = 3
a * b    = a x b
            = 2 x 1
            = 2
Maka, himpunan G tertutup.

>  Pembuktian Asosiatif
( a * b ) * c      = a * ( b * c )
( a x b ) x c      = a x ( b x c )
     z                                r
   z x c              =       a x r
( a x b ) x c      = a x ( b x c )
abc       = abc
( a x b ) x c      = ( 2 x 1 ) x 3
                        = 6
a x ( b x c )      = 2 x (1 x 3)
                        = 6
Maka, himpunan G termasuk Asosiatif

>  Pembuktian Identitas
a * e    = a
2 * e    = 2
      e    = 1

>  Pembuktian Invers
a * a-1            = e
2 x a-1            = 1
      a-1            = ½
Maka, himpunan G bukan merupakan Invers
Perhatikan bahwa invers perkalian dari 2 adalah ½, tetapi ½ bukan unsur di G positif. Ini melanggar defenisi.
·         Kesimpulan Himpunan G bukan termasuk grup abel
  
8.     Apakah himpunan {E,* } termasuk kedalam semigrup jika a * b =  a + b + a.b, untuk himpunan bilangan bulat



Jawab :

a * b =  a + b + a.b
E      = bilangan Asli
→ misal    a = 6,                 b = 3
a * b   = a + b + a.b
          =  6 + 3   +    6.3
          =    9      +    18
          =        27          →       Tertutup
Asosiatif
(a * b) * c          = a * (b * c)
(a + b) + a.b     =  a + (b + a.b)
Misal a = 1, b = 2, c = 3

(a * b) * c       = (a + b + a.b) * c               →      a + b + a.b = h,          c = j
h * j                = h + j + h.j
                       = a + b + a.b + c + (a + b + a.b) c
           = a + b + a.b + ac + bc + abc
           = a + b + c + a.b + ac + bc + abc
           = 1 + 2 + 3 + 2 + 3 + 6 + 6
           = 23


a * (b * c)          = a * (b + c + b.c)               →      b + c + b.c = l,          a = k
k * l                   = k + l + k.l
                          = a + b + c + b.c + a (b + c + b.c)
                          = a + b + c + bc + ab + ac + abc                  
                          = 1 + 2 + 3 + 6 + 2 + 3 + 6
                          = 23
Jadi, operasi a * b =  a + b + a.b termasuk semi grup
9.     Apakah Himpunan Q = {4,3} termasuk Semigrup, jika a*b = b.a
Jawab :
Semigrup → 1. Tertutup
                       2. Asossiatif
Pembuktian tertutup
a = 4 , b = 3
a * b = 3.4
          = 12 → Terutup
Pembuktian Assosiatif
(a * b) * c = a * (b * c)
(a*b)*c                                a*(b*c)
=(b.a)*c                               =a*(c.b)
=r*c                                     =a*s
=c.r                                      =s.a       
=c(b.a)                                 =(c.b).a
=3(3.4)                                 =(3.3)4
=36                                         =36
Jadi operasi a * b = b.a termasuk semi grup



10.      Misalkan G = {-1, 1} adalah suatu himpunan. Apakah G merupakan suatu grup terhadap penjumlahan (G, +).

Jawab:

Daftar Cayley G = {-1, 1} terhadap (G, +) sebagai berikut

+
-1
1
-1
-2
0
1
0
2
Berdasarkan daftar Cayley dari tabel di atas, operasi penjumlahan himpunan G = {-1, 1} menghasilkan {-2, 0, 2}. Dikarenakan {-2, 0, 2} adalah bukan merupakan anggota dari himpunan G = {-1, 1}, maka G = {-1, 1} tidak tertutup terhadap operasi penjumlahan.
Jadi, (G, +) bukan suatu grup. 


Link Download Soal dan Pembahasan Struktur Aljabar Matematika Informatik 3 

Thursday, April 28, 2016

Dampak Negatif Dan Positif Budaya Asing Terhadap Budaya Indonesia

Dampak Positif Masuknya Budaya Asing
Dengan kemajuan teknologi dan elektronik, masyarakat saat ini dapat bekerja dengan cepat dan efisien karena hardware yang mendukungnya sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Industrialisasi
Dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir dan perilaku yang bangsa2 maju sehingga dapat mendorong kita untuk menjadi lebih baik dan maju karena mereka.
Meningkatkan produktivitas dunia industri.
Persaingan di dunia kerja yang membutuhkan pekerja untuk selalu menambah keterampilan dan pengetahuan.
Kemudahan untuk menunjukkan dan memperkenalkan budaya negara kita sendiri di luar negeri.
Terjadinya akulturasi yang mungkin dapat menciptakan budaya baru yang unik.


  • Dampak Negatif Masuknya Budaya Asing

Dapat menghilangkan budaya asli Indonesia, dan dapat terjadi di daerah yang proses perubahan sosial dapat menyebabkan permusuhan antara suku-suku sehingga rasa persatuan nasional yang akan terguncang. Jika budaya asing ke Indonesia, dan tidak ada lebih banyak kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikannya, tentu lebih Indonesian orang tidak bisa lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.

Masuknya budaya asing yang lebih mudah diserap dan ditiru oleh orang-orang muda dan tua, dan beratnya biasanya meniru perilaku buruk.
Globalisasi bisa memungkinkan hilangnya budaya karena campuran budaya lokal dengan budaya dari luar, bisa jadi karena tidak ada generasi penerus yang melestarikan budaya halaman.
Kebebasan setiap orang yang mengakses atau menggunakan teknologi, mudah juga dalam kasus penyalahgunaan fungsi teknologi
Teknologi tidak terbatas, akan membuat penggunanya tidak pernah puas sehingga perlu biaya untuk selalu memperbarui teknologi mereka atau penggunaan teknologi komunikasi yang semakin meluas ini akan menyebabkan biaya pemborosan.
Pengalihan manusia-ke-mesin performa tentunya lebih penyebab polusi udara yang memperburuk pemanasan global.
Menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa kepedulian terhadap orang lain. Sedangkan bangsa Indonesia pernah terkenal dengan gotong royong.


  • Contoh efek positif

perkembangan pengetahuan teknologi yang semakin pesat seperti saat ini, sehingga teknologi ini tidak lagi hal yang baru dalam masyarakat umum dengan semua kemajuan teknologi bisa dengan mudah diselesaikan.

Misalnya penggunaan gadget, laptop dan sebagainya, dengan gadget dan laptop kita dapat mengetahui informasi apapun, kapan saja dan di mana saja dengan mudah, dengan koneksi internet tentunya.

  • Contoh efek negatif

jika penggunaan teknologi tidak dapat digunakan dengan baik dan benar tentu akan sangat berbahaya bahkan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sebagai contoh, yaitu, penipuan, perjudian, cybercrime dan sebagainya. Oleh karena itu kita sebagai manusia harus selektif dalam memilih yang baik dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.



sumber : http://www.dosenpendidikan.com/20-dampak-negatif-dan-positif-budaya-asing-terhadap-budaya-indonesia/

Budaya Indonesia yang Tekenal di Dunia

Indonesia tidak hanya terkenal karena pesona alamnya yang menakjubkan. Selain keindahan alam yang memukau, negeri ini juga memiliki banyak budaya dan adat istiadat yang unik dan menarik. Bahkan, setiap suku yang ada di masing-masing daerah di Nusantara, memiliki keunikan budaya yang berbeda-beda. Sehingga, ragam budaya dan adat istiadat tersebut membuat Indonesia semakin terkenal di mata dunia, dan memberikan kebanggaan tersendiri.
Bahkan, tidak jarang pula wisatawan mancanegara yang datang berlibur ke Tanah Air untuk menikmati budaya Indonesia yang unik dan menarik tersebut. Selain itu, ada juga yang menyaksikan kebudayaan tradisional di negeri ini dalam rangka melakukan penelitian terkait budaya dan adat istiadat tersebut, terutama oleh para akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di luar negeri. Berikut ini lima di antaranya yang sudah terkenal di dunia.


  1.  Batik
    Batik Indonesia, termasuk juga budaya, teknik, serta pengembangan motif dan teknologinya, telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Sejak itu, setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia selalu memperingati Hari Batik Nasional. Awalnya, batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh mantan Presiden RI, Soeharto, yang ketika itu memakai batik pada Konferensi PBB.  Batik sendiri sebenarnya tidak hanya identik sebagai kain atau pakaian dengan menggunakan motif-motif yang dibuat melalui teknik pewarnaan tradisional. Tetapi, batik dalam budaya tradisional Jawa, lebih bermakna sebagai teknik pembuatan motif tersebut, dengan menggunakan warna alami “malam” dan alat “canting” pada kain berserat alami. Hingga saat ini, batik terus mengalami perkembangan, baik pada motifnya, maupun cara membuatnya.
  2. Wayang
    Seni pertunjukan asli dari Indonesia yang berkembang di Pulau Jawa dan Bali ini sudah dikenal sejak beratus-ratu tahun yang lalu. Prasasti Balitung yang ada sejak abad ke-4 membuktikan tentang keberadaan wayang pada saat itu, dengan catatan “galigi mawayang”. Dalam perkembangannya, terdapat beberapa jenis wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, hingga wayang orang, dengan cerita yang semakin berkembang pula. Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO juga sudah mengakui wayang sebagai salah satu seni bertutur budaya Indonesia dalam daftar “Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity”. Hingga saat ini, pertunjukan wayang masih bisa kita saksikan. Bahkan, beberapa program di stasiun televisi swasta juga sering menayangkan pertunjukan wayang orang, yang diselingi dengan humor, sehingga lebih menarik dan tidak terkesan kuno.
  3. Reog
    Kesenian ini masih kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu gaib. Dalam pertunjukan tradisional yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur ini, biasanya menampilkan sosok “warok” dan “gemblak”. Kisah asal-usul reog yang paling populer adalah ketika salah seorang abdi Kerajaan Majapahit pada abad ke-15, bernama Ki Ageng Kutu mengumpulkan dukungan masyarakat untuk melakukan pemberontakan dengan cara menggunakan reog.
  4. Angklung
    Dulunya, angklung dimainkan untuk memanggil Dewi Sri (dewi padi) untuk turun ke bumi, agar tanaman masyarakat tumbuh subur. Hingga sekarang, alat musik tradisional dari Jawa Barat tersebut, masih sering dimainkan dengan cara digoyangkan, dalam berbagai upacara adat dan kegiatan nasional. Bahkan, angklung juga sudah terdaftar di UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia, sejak bulan November 2010.
  5. Tari Pendet 
    Tari bernuansa sakral ini sekarang sudah berkembang sebagai tarian “ucapan selamat datang”, yang dikreasikan oleh salah seorang seniman Bali bernama I Wayan Rindi. Jika pada zaman dahulu tari yang berasal dari Pulau Dewata ini dilakukan dalam acara pemujaan di rumah ibadah umat Hindu, pura, maka sekarang Tari Pendet sudah bisa ditarikan sebagai sebuah persembahan bagi para tamu-tamu dalam acara-cara budaya Indonesia.